WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan


Komponen Biotik merupakan semua makhluk hidup (organisme) seperti manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya. Sedangkan komponen Abiotik adalah seluruh benda tak hidup, seperti angin, suhu, air, dan sebagainya.

1. Peran Komponen Biotik bagi Kehidupan
A. Produsen : Semua organisme yang memiliki kemampuan untuk melakukan sintesis dan menghasilkan zat anorganik disebut produsen. Organisme berklorofil sepeti tumbuhan hijau merupakan komponen pokok ekosistem.
Tumbuhan hijau mampu melakukan fotosintesis dan menghasilkan zat organik berupa glukosa yang tersimpan dalam buah, biji, atau umbi dlam bentuk zat tepung/amilum. Senyawa organik hasil sintesis oleh produsen ini dimanfaatkan organisme lain untuk memenuhi kebutuhan energi hidupnya.
B. Konsumen : Merupakan kelompok organisme yang secara langsung maupun tak langsung menggunakan hasil dari produsen sekaligus sebagai makanan mereka bagi konsumen tingkat berikutnya. Sehingga konsumen mempunyai peranan penting sebagai penyeimbang ekosistem.
C. Pengurai (Dekomposer) : Peran dekomposer adalah mengurai/menghancurkan makhluk hidup yang telah mati dan dikembalikan ke tanah sebagai mineral-mineral tanah. Pada akhirnya miral tanah tadi akan diserap kembali oleh akar tumbuhan untuk digunakan dalam proses pertumbuhan, termasuk sintesis senyawa organik lagi.

2. Peran Komponen ABiotik dalam Kehidupan
A. Suhu : Temperatur lingkungan atau suhu berpengaruh terhadap kehidupan organisme. Hal itu disebabkan suhu mempengaruhi laju semua reakasi biokimiawi didalam tubuh organisme. Setiap organisme mempunyai kisaran suhu tertentu yang tak sama, menyesuaikan lingkungan ia berada. Contohnya kebutuhan suhu organisme yang hidup di gurun berbeda dengan kebutuhan suhu organisme yang hidup di kutub.

B. Cahaya Matahari : Merupakan sumber energi yang paling utama bagi berlangsungnya fotosistesis tumbuhan yang mengubah karbon dioksida dan air menjadi karbohidrat. Karbohidrat merupakan sumber energi bagi makhluk hidup lain seperti hewan dan manusia. Jika tak ada caaya matahari maka tidak ada karbohirat yang dihasilkan oleh tumbuhan karena tak bisa berfotosintesis. Apabila tak ada karbohidrat maka tak ada sumber energi bagi hewan dan manusia di bumi ini.
C. Air : Beberapa fungsi air diantaranya adalah sebagai penyusun tubuh organisme, pelarut berbagai macam mineral, habitat makhluk hidup penghuni air, beperan dalam proses fotosintesis, dan banyak lagi peran air yang lainnya. Sehingga tak pelak bahwa air juga merupakan komponen abiotik yang penting bagi kehidupan.
D. Tanah : Merupakan tempat tumbuh makhluk hidup dala suatu ekosistem. Selain itu tanah merupakan sumber makanan bagi hewan dan tumbuhan. Tanah merupakan tempat hidup berbagai makhluk  hidup yang beraneka ragam. Pada tanah gembur terdapat lebih banyak makhluk hidup daripada tanah tandus. Bagi tumbuhan, tanah merupakan tempat tumbuh bagi tanaman tersebut. Dapat dikatakan bahwa secara langsung maupun tidak langsung, semua makhluk hidup mempertahankan hidupnya bergantung pada tanah.
E. Udara : Berperan mementukan kelembapan dan berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.

Abiotik bagi kehiduan berperan

   
Hallo sobat, pernah gak sih kalian mendengar hal tentang Tsunami? Pasti kalian sering mendengar atau bahkan melihat video tentang bencana tsunami di berbagai acara berita di televisi kan?
Kali ini saya akan menerangkan sedikit pengertian tentang Apa sih itu Tsunami?


Tsunami berasal dari bahasa jepang, Tsu berarti Pelabuhan dan Nami berarti Gelombang. Tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsoran bawah laut, atau bahkan karena hantaman meteor dilaut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadapfungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500 -1000km per jam atau setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter.Dengan demikian, maka laju gelombang tidak akan berasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut.

Untuk memahami tsunami, sangatlah penting untuk dapat membedakannya dari pergerakan pasang-surut dan gelombang biasa yang disebabkan oleh angin. Angin yang bertiup diatas permukaan laut menimbulkan arus yang terbatas pada lapisan bagian atas laut dengan memunculkan gelombang gelombang yang relatif kecil. Gelombang laut mungkin dapat mencapai 30 meter atau lebih saat terjadi badai dahsyat, namun hal ini tidak menyebabkan pergerakan air di kedalaman. Selain itu kecepatan gelombang laut biasa yang disebabkan oleh angin tak lebih dari 20km/jam. Sebaliknya, gelombang tsunami dapat bergerak dengan kecepatan 750-800km/jam. Gelombang pasang-surut bergerak di permukaan bumi dua kali dalam rentang waktu satu hari, seperti halnya tsunami, dapat mencapai arus di kedalaman hingga dasar samudera. Namun, berbeda dengan pasang-surut, penyebab terjadinya tsunami bukanlah gaya tarik bumi dan bulan.

Tsunami merupakan gelombang laut berperiode panjang yang terbentuk karena adanya energi yang merambat kelautan akibat adanya gempa bumi, letusan gunung berapi, dan runtuhnya lapisan kerak-kerak bumi yang diakibatkan bencana tersebut terjadi di samudra atau dasar laut, peristiwa yang melibatkan pergerakan kerak bumi seperti pergeseran dibawah laut, atau dampak dari tumbukan meteor.
Ketika lantai dasar samudra berpindah tempat dengan kecepatan tinggi, seluruh beban air laut diatasnya terkena dampaknya. Apa yang terjadi di dasar lantai samudra dapat disaksikan pengaruhnya di permukaan air laut, dan keseluruhan beban air tersebut hingga kedalaman 5000 - 6000 meter, bergerak bersama dalam bentuk gelombang. Satu rangkaian bukit dan lembah gelombang itu dapat meliputi wilayah seluas 10000 kilometer persegi.

Di laut lepas tsunami bukanlah berupa tembok air raksasa seperti yang dibayangkan kebanyakan orang, tetapi umumnya adalah gelombang dengan ketinggian kurang dari 1 meter dengan panjang mencapai 1000 kilometer. Disini dapat dipahami bahwa permukaan gelombang memiliki kemiringan sangat kecil (ketinggian 1 cm yang terbentang sejauh 1 km). Di wilayah samudra dalamdan lepas, gelombang seperti ini terjadi tanpa bisa dirasakan, meskipun bergerak dalam kecepatan 500 sampai 800 kilometer per jam. Hal ini karena pengaruhnya tersamarkan oleh gelombang air laut biasa. Agar lebih memahami betapa tingginya kecepatan gelombang tsunami, dapat dikatakan bahwa gelombang tersebut mampu menyamai kecepatan terbang pesawat jet boeing 747. Tsunami yang terjadi di laut lepas tidak akan dapat dirasakan sekalipun oleh kapal laut.

Penelitian menunjukan jika tsunami bukan terdiri dari gelombang tunggal, melainkan terdiri atas rangkaian gelombang dengan satu pusat ditengah, seperti sebuah batu yang dilempar ke air kolam. Jarak antara kedua gelombang berurutan dapat mencapai 500 - 650 kilometer. Ini berarti tsunami dapat melewati samudra hanya dalam hitungan jam saja.
Tsunami hanya akan melepaskan energinya ketika mendekati pantai. Energi yang terbagi merata pada segulungan air raksasa menjadi semakin memadat seiring dengan semakin mengerutnya gulungan air tersebut, dan meningkatnya tinggi gelombang permukaan secara cepat diamati.
Gelombang dengan ketinggian kurang dari 60 cm dilaut lepas kehilangan kecepatannya saat mendekati laut dangkal, dan jarak gelombangnya pun juga berkurang. Akan tetapi, gelombang yang saling bertumpang tindih memunculkan gelombang tsunami berbentuk dinding air. Gelombang raksasa ini biasanya mencapai ketinggian 15 meter tapi jarang melebihi 30 meter, melepaskan kekuatan dahsyat saat menerjang pantai dengan kecepatan tinggi, sehingga menyebabkan kerusakan hebat dan menelan banyak korban jiwa.

Tsunami memindahka lebih dari 100.000 ton air laut ke daratan untuk setiap meter garis pantai, dengan daya rusak yang sulit dibayangkan. Gelombang tsunami terbesar yang pernah diketahui, yang melanda jepang pada bulan Juli 1993, naik hingga 30 meter diatas permukaan air laut. Tanda akan datangnya tsunami adalah surutnya air laut secara mendadak. Di Indonesia  wilayah yang rawan tsunami diantaranya adalah; Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung-Banten, Jawa Tengah Bagian Selatan, Jawa Timur Bagian Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku Selatan, Biak-Yapen, Balikpapan, Sekurau, Palu, Talaud, dan Kendari.

Sumber: Buku IPA X SMK
Gerakan lempeng tektonik akan menyebabkan terbentuknya gunung-gunung dan gempa bumi. Terbentuknya gunung api di Indonesia diawali dari peristiwa-peristiwa berikut. Pematang tengah samudera diantara Australia dan Antartika mengalami pelebaran 6 sampai 7.5cm/tahun. Pelebaran dasar samudera ini mendorong lempengan India Australia kearah utara sehingga bertabrakan dengan lempengan Eurasia. Lempengan India-Australia sedang didorong kebawah lempeng Eurasia. Tabrakan kedua lempengan tersebut membentuk pegunungan Himalaya, busur gunung api di Indonesia, parit Sunda dan Jawa, serta tanah tinggi Nugini. Australia bagian utara didorong kearah bawah sehingga membentuk teluk Carpenteria dan Laut Timor serta laut Arafuru. Ketika pinggiran lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia lempengan tersebut longsor jauh kedalam bumi di bawah Indonesia. Suhu yang sangat tinggi melelehkan pinggiran lempeng sehingga menghasilkan magma. Magma muncul melalui retakan di permukaan bumi dan membentuk gunung-gunung api. Di Indonesia terdapat 400 gunung api, tetapi yang aktif kurang lebih hanya 80 gunung api
Di Indonesia terdapat 3 sistem penyebaran gunung api, yaitu sebagai berikut:

A. Sistem Sunda
Sistem ini dimulai dari Arakan Yoma di Myanmar sampai ke Kepulauan Banda di Maluku. Panjangnya sekitar 7.000km. Terdiri dari beberapa busur pegunungan, yakni;
1) Busur Arokan Yoma, berpusat di Shan (Myanmar)
2) Busur Andaman  Nikobar, berpusat di Mergui
3) Busur Sumatera-Jawa berpusat di Anambas
4) Busur Kepulauan Nusa Tenggara, berpusat di Flores
5) Busur Banda, berpusat di Banda
Sistem Sunda terbagi atas 2 busur, yakni busur dalam yang vulkanis dan busur luar yang tidak vulkanis (berada dibawah permukaan laut).

B.Sistem Busur Tepi Asia
Sistem ini dimulai dari Kamsyatka melalui Jepang, Filipina, Kalimantan, dan Sulawesi. Di Filipina, busurbercabang menjadi tiga, yaitu;
1) Cabang pertama, dari Pulau Luson melalui Palawan ke Kalimantan Utara
2) Cabang kedua, dari Pulau Luson melalui Pulau Samar ke Mindanau dan Kep. Sulu ke Kalimantan Utara
3) Cabang ketiga, melalui Pulau Samara ke Mindanau, Sangihe, ke Sulawesi

C. Sistem Sirkum Australia
Sistem ini dimulai dari Selandia Baru melalui Kaledonia Baru ke Irian. Bagian utara dari sistem pegunungan ini bercabang dua, yakni;
1) Dari ekor Pulau Irian melalui bagian tengah sampai ke Peg. Charlelois di sebelah barat
2) Dari Kep. Bismarck melalui pegunungan tepi utara sampai ke kepala burung menuju Halmahera

    Ketiga sistem pegunungan tersebut bertemu di Kep. Sulu dan Banggai.
Indonesia juga merupakan daerah sirkum mediterania dan sirkum pasifik. Hal ini mengakibatkan banyak terjadi gempa di Indonesia. Pusat gempa dibedakan menjadi dua, yakni pusat gempa yang berada didalam bumi (Hiposentrum) dan pusat gempa yang berada diatas permukaan bumi yang disebut Episentrum. Di Indonesia episentrum lebih banyak terdapat diatas permukaan laut sehingga tidak menyebabkan kerusakan yang parah. Gempa bumi banyak terjadi di daerah yang masih labil, diantaranya:
a. Rangkaian Pasifik seperti Jepang, Filipina, Chili, dan Amerika Tengah
b. Rangkaian Mediterania seperti Balkan, Iran, India, dan Indonesia



sumber: Buku GEOGRAFI X SMA/MA
Memasuki musim hujan seperti sekarang ini sering membuat resah masyarakat yang tinggal di wilayah yang memiliki perbukitan. Kekhawatiran akan datangnya tanah longsor selalu menjadi momok menyeramkan bagi masyarakat yang tinggal di bawah perbukitan. Apalagi peristiwa longsor yang menimbun Dusun Jemblung Desa Sampang, Banjarnegara, Jawa Tengah, yang banyak menelan korban jiwa menambah besar rasa ketakutan. Sebenarnya kalau mau memperhatikan lebih seksama tanda-tanda alam kita akan tahu akan datangnya ancaman longsor disuatu wilayah. Namun hal ini terkadang dianggap hal biasa bagi yang biasa tinggal di wilayah perbukitan.

LONGSOR
AWAS LONGSOR

Disini saya membagi informasi melihat tanda-tanda bahaya akan ancaman longsor bagi yang tinggal diwilayah yang berkontur perbukitan. Mudah-mudahan dengan melihat tanda-tanda alam kita dapat terhindar dari bahaya yang mengancam nyawa kita serta keluarga. Berikut ini tanda-tanda ancaman tanah longsor.
  1. Adanya longsoran kecil yang menutupi jalanan atau jalan setapak dari atas bukit.
  2. Terlihat retakan besar, penurunan tanah di lereng perbukitan, dinding penahan di pinggir  lereng bukit.
  3. Longsornya benda-benda seperti pohon, batu dan lainnya jatuh dari pinggir lereng bukit atau dinding bukit.
  4. Perubahan mendadak warna air (dari bening jadi berlumpur/keruh)  yang mengalir di sungai yang berada dikawasan bukit.
  5. Dari dinding bukit keluar mata air yang cukup deras sehingga tanah disekitar mata air itu banyak yang longsor sedikit demi sedikit.
  6. Apabila di jalan raya disekitar perbukitan yang ada di pinggir lerengya  di beri semen atau permukaan beton penahan tiba-tiba menggembung  patut diwaspadai akan adanya longsor.
  7. Air tiba-tiba melimpah di sepanjang aliran selokan dipinggir bukit yang menuju ke tempat yang lebih rendah.
  8. Banjir datang tiba-tiba dari lereng bukit menuju ke bawah
  9. Makin banyaknya rembesan air yang keluar disepanjang dinding bukit.

TANDA LONGSOR
KENALI TANDA-TANDA AKAN LONGSOR
 
sumber SumberKu