Gerakan lempeng tektonik akan menyebabkan terbentuknya gunung-gunung dan gempa bumi. Terbentuknya gunung api di Indonesia diawali dari peristiwa-peristiwa berikut. Pematang tengah samudera diantara Australia dan Antartika mengalami pelebaran 6 sampai 7.5cm/tahun. Pelebaran dasar samudera ini mendorong lempengan India Australia kearah utara sehingga bertabrakan dengan lempengan Eurasia. Lempengan India-Australia sedang didorong kebawah lempeng Eurasia. Tabrakan kedua lempengan tersebut membentuk pegunungan Himalaya, busur gunung api di Indonesia, parit Sunda dan Jawa, serta tanah tinggi Nugini. Australia bagian utara didorong kearah bawah sehingga membentuk teluk Carpenteria dan Laut Timor serta laut Arafuru. Ketika pinggiran lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia lempengan tersebut longsor jauh kedalam bumi di bawah Indonesia. Suhu yang sangat tinggi melelehkan pinggiran lempeng sehingga menghasilkan magma. Magma muncul melalui retakan di permukaan bumi dan membentuk gunung-gunung api. Di Indonesia terdapat 400 gunung api, tetapi yang aktif kurang lebih hanya 80 gunung api
Di Indonesia terdapat 3 sistem penyebaran gunung api, yaitu sebagai berikut:
A. Sistem Sunda
Sistem ini dimulai dari Arakan Yoma di Myanmar sampai ke Kepulauan Banda di Maluku. Panjangnya sekitar 7.000km. Terdiri dari beberapa busur pegunungan, yakni;
1) Busur Arokan Yoma, berpusat di Shan (Myanmar)
2) Busur Andaman Nikobar, berpusat di Mergui
3) Busur Sumatera-Jawa berpusat di Anambas
4) Busur Kepulauan Nusa Tenggara, berpusat di Flores
5) Busur Banda, berpusat di Banda
Sistem Sunda terbagi atas 2 busur, yakni busur dalam yang vulkanis dan busur luar yang tidak vulkanis (berada dibawah permukaan laut).
B.Sistem Busur Tepi Asia
Sistem ini dimulai dari Kamsyatka melalui Jepang, Filipina, Kalimantan, dan Sulawesi. Di Filipina, busurbercabang menjadi tiga, yaitu;
1) Cabang pertama, dari Pulau Luson melalui Palawan ke Kalimantan Utara
2) Cabang kedua, dari Pulau Luson melalui Pulau Samar ke Mindanau dan Kep. Sulu ke Kalimantan Utara
3) Cabang ketiga, melalui Pulau Samara ke Mindanau, Sangihe, ke Sulawesi
C. Sistem Sirkum Australia
Sistem ini dimulai dari Selandia Baru melalui Kaledonia Baru ke Irian. Bagian utara dari sistem pegunungan ini bercabang dua, yakni;
1) Dari ekor Pulau Irian melalui bagian tengah sampai ke Peg. Charlelois di sebelah barat
2) Dari Kep. Bismarck melalui pegunungan tepi utara sampai ke kepala burung menuju Halmahera
Ketiga sistem pegunungan tersebut bertemu di Kep. Sulu dan Banggai.
Indonesia juga merupakan daerah sirkum mediterania dan sirkum pasifik. Hal ini mengakibatkan banyak terjadi gempa di Indonesia. Pusat gempa dibedakan menjadi dua, yakni pusat gempa yang berada didalam bumi (Hiposentrum) dan pusat gempa yang berada diatas permukaan bumi yang disebut Episentrum. Di Indonesia episentrum lebih banyak terdapat diatas permukaan laut sehingga tidak menyebabkan kerusakan yang parah. Gempa bumi banyak terjadi di daerah yang masih labil, diantaranya:
a. Rangkaian Pasifik seperti Jepang, Filipina, Chili, dan Amerika Tengah
b. Rangkaian Mediterania seperti Balkan, Iran, India, dan Indonesia
sumber: Buku GEOGRAFI X SMA/MA
Di Indonesia terdapat 3 sistem penyebaran gunung api, yaitu sebagai berikut:
A. Sistem Sunda
Sistem ini dimulai dari Arakan Yoma di Myanmar sampai ke Kepulauan Banda di Maluku. Panjangnya sekitar 7.000km. Terdiri dari beberapa busur pegunungan, yakni;
1) Busur Arokan Yoma, berpusat di Shan (Myanmar)
2) Busur Andaman Nikobar, berpusat di Mergui
3) Busur Sumatera-Jawa berpusat di Anambas
4) Busur Kepulauan Nusa Tenggara, berpusat di Flores
5) Busur Banda, berpusat di Banda
Sistem Sunda terbagi atas 2 busur, yakni busur dalam yang vulkanis dan busur luar yang tidak vulkanis (berada dibawah permukaan laut).
B.Sistem Busur Tepi Asia
Sistem ini dimulai dari Kamsyatka melalui Jepang, Filipina, Kalimantan, dan Sulawesi. Di Filipina, busurbercabang menjadi tiga, yaitu;
1) Cabang pertama, dari Pulau Luson melalui Palawan ke Kalimantan Utara
2) Cabang kedua, dari Pulau Luson melalui Pulau Samar ke Mindanau dan Kep. Sulu ke Kalimantan Utara
3) Cabang ketiga, melalui Pulau Samara ke Mindanau, Sangihe, ke Sulawesi
C. Sistem Sirkum Australia
Sistem ini dimulai dari Selandia Baru melalui Kaledonia Baru ke Irian. Bagian utara dari sistem pegunungan ini bercabang dua, yakni;
1) Dari ekor Pulau Irian melalui bagian tengah sampai ke Peg. Charlelois di sebelah barat
2) Dari Kep. Bismarck melalui pegunungan tepi utara sampai ke kepala burung menuju Halmahera
Ketiga sistem pegunungan tersebut bertemu di Kep. Sulu dan Banggai.
Indonesia juga merupakan daerah sirkum mediterania dan sirkum pasifik. Hal ini mengakibatkan banyak terjadi gempa di Indonesia. Pusat gempa dibedakan menjadi dua, yakni pusat gempa yang berada didalam bumi (Hiposentrum) dan pusat gempa yang berada diatas permukaan bumi yang disebut Episentrum. Di Indonesia episentrum lebih banyak terdapat diatas permukaan laut sehingga tidak menyebabkan kerusakan yang parah. Gempa bumi banyak terjadi di daerah yang masih labil, diantaranya:
a. Rangkaian Pasifik seperti Jepang, Filipina, Chili, dan Amerika Tengah
b. Rangkaian Mediterania seperti Balkan, Iran, India, dan Indonesia
sumber: Buku GEOGRAFI X SMA/MA

makasih mas infonya
BalasHapuske inget jaman SMP pas mau ujian mas.. hahahah
BalasHapusbtw, ditunggu kunjungan baliknya www.luthfionline.web.id
wahh keren nih infonya makasih pelajar :D jangan lupa komen sama follow back :D
BalasHapusKeren bray. Izin nyimak dah ah.
BalasHapusnambah wawasan, thanks bro
BalasHapussip, lumayan buat nyelesain tugas geografi
BalasHapusJadi ingat pelajaran geografi nih
BalasHapusWah pelajaran Tahun kemaren saya ini
BalasHapushttp://cumadisininet.blogspot.co.id/2017/09/semua-rahasia-tentang-harvest-moon-back.html?m=1
Mohon kunbalnya gan
baru tahu nih saya, hehe
BalasHapusMakasih, sangat berguna gan konten konten di blog ini untuk membantu kita belajar :)
BalasHapuswah. bagusni buat referensi
BalasHapusThanks, masul list weekend saya
BalasHapusnice info gan (y)
BalasHapus