WHAT'S NEW?
Loading...

Teori Tentang Terjadinya Jagat Raya






    Jagat Raya adalah alam semesta yang sangat luas, mencakup berjuta-juta benda angkasa, beribu-ribu  kabut gas/kelompok nebula. Di jagat raya inilah terdapat banyak sekali bintang, planet, bulan, dan komet yang melakukan gerak rutinnya serta meteor-meteor yang melintas setiap saat.. Disamping itu, jagat raya juga dihuni benda-benda angkasa lainnya seperti kabut, gas, dan debu.

Teori terjadinya jagat raya antara lain adalah sebagai berikut:

1. Teori Ledakan Besar ( The Big Bang Theory)
     Menurut teori ini jagat raya berasal dari satu massa tunggal panas panas dan padat yang mengalami ledakan dahsyat dan mengembang. Semua galaksi di alam semesta akan memuai dan menajuhi pusat ledakan. Pada model Big Bang, alam semesta berasal ledakan sebuah konsentrasi materi tunggal beberapa triliun tahun yang lalu secara terus-menerus berekspansi sehingga pada keadaan yang lebih dingin (pergeseran merah galaksi) seperti sekarang. Beberapa helium yang ditemui dalam bintang-bintang sekarang kemungkinan berasal dari reaksi nuklir  dalam bola api kosmik yang padat.
Pendukung teori ini adalah Stephen Hawking.

2. Teori Keadaan Tetap (The Steady State Theory)
    Teori ini dikemukakan oleh H. Bondi, T. Gold, dan F Hoyle. Menurut teori alam semesta tidak ada awalnya dan tidak akan berakhir. Alam semesta selalu terlihat tetap seperti sekarang. Materi secara terus-merus datang berbentuk atom-atom hidrogen dalam angkasa (space) yang membentuk galaksi baru dan mengganti galaksi yang bergerak menjauhi kita dalam ekspansinya.

3. Teori Jagat Raya Mengambang
    Menurut Hubble, galaksi bergerak saling menjauh, berarti jagat raya mengembang semakin luas.

4. Teori Osilasi (Oscillating Theory)
    Teori Osilasdi menduga bahwa alam semesta tidak ada awal dan tidak ada akhirnya. Dalam teori ini dikemukakan bahwa sekarang alam semesta tidak konstan, melainkan berekspansi yang dimulai dengan dentuman besar (big bang), kemudian  beberapa waktu yang akan datang gravitasi mengatasi efek ekspansi ini sehingga semesta akan mulai mengempis (collapse), akhirnya mencapai titik koalisensi (gabungan) asal dimana temperatur dan tekanan tinggi akan memecahkan semua materi kedalam partikel-partikel elementer (dasar) sehingga terjadi dentuman besar baru dan ekspansi mulai lagi.

Itu adalah teori-teori tentang terjadinya alam semesta menurut ilmu manusia yang dikemukakan oleh para ahli dibidangnya.




sumber : Buku GEOGRAFI X SMA/MA

Related Posts

17 komentar: Leave Your Comments

  1. baru tau gan .hihi
    visit back http://berkahmembaca.blogspot.com

    BalasHapus
  2. BAD . KALO BISA WEB TENTANG ILMU BISA DI COPY SOALNYA BUAT TUGAS DI PRINT -_-

    BalasHapus
  3. Kira kira kalau buat ledakan besar, objek yang meledak seberapa yah besarnya...

    BalasHapus
  4. Ternyata ini ya... baru tahu aku... Sukses deh

    BalasHapus
  5. Keren nih
    kunbal gan
    www.hs-ware.com

    BalasHapus
  6. oh jadi gitu ya! baru tau ane gan!

    BalasHapus
  7. Gimana mereka tau ya? Kok bisa buat teori kayak gini :3

    BalasHapus
  8. tapi katanya Big Bang itu hanya isu penipuan untuk menguatkan teori gravitasi

    BalasHapus
  9. ini yang meneliti kira-kira penelitian nya gimana ya ga kebayang

    BalasHapus
  10. kereenn.. teori bumi datarnya tambahin yaa

    BalasHapus
  11. Wahh jadi bertambah wawasan ni thanks min

    BalasHapus
  12. dari 4 teori ini mana min yang paling kuat?

    BalasHapus